Powered By Blogger

10.7.11

Saat Bahagia

saat bahagiaku duduk berdua denganmu
hanyalah bersamamu
mungkin aku terlanjur
tak sanggup jauh dari dirimu
ku ingin engkau selalu

tuk jadi milikku
ku ingin engkau mampu
ku ingin engkau selalu bisa
temani diriku sampai akhir hayatmu
meskipun itu hanya terucap
dari mulutmu dari dirimu
yang terlanjur mampu bahagiakan aku
hingga ujung waktu selalu

seribu jalan pun ku nanti
bila berdua dengan dirimu melangkah bersamamu
ku yakin tak ada satu pun
yang mampu merubah rasaku untukmu
ku ingin engkau selalu

tuk jadi milikku
ku ingin engkau mampu
ku ingin engkau selalu bisa
temani diriku sampai akhir hayatmu
meskipun itu hanya terucap
dari mulutmu dari dirimu
yang terlanjur mampu bahagiakan aku
hingga ujung waktu selalu

mungkin aku terlanjur
tak sanggup jauh dari dirimu
ku ingin engkau selalu

jadikan aku
ku ingin engkau mampu
ku ingin engkau selalu bisa
temani diriku sampai akhir hayatmu
meskipun itu hanya terucap
dari mulutmu dari dirimu
yang terlanjur mampu bahagiakan aku
hingga ujung waktu selalu

8.7.11

Destiny

‎​Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡
Flashback to remembered,
On the day we met,
I know to say it was destiny..

Berawal dari sebuah proses penerimaan, bertemu disaat bayang masa lalu mulai pudar di hatiku, saat gundah hati menetap, saat banyak yang mendekat. Masa itu masa abu, dimana mudah untuk jatuh hati bagiku.

Pertemuan itu, tak pernah kuduga sebelumnya, tak pernah terpikirkan di benakku, bahwa kaulah dia. Dia yg selama ini terlihat kabur bagiku, dalam penantian yang terus saja membuatku jatuh bangun dari asa yg entah kan berujung dimana.

Tak pernah kupinta dan kuduga, memilihmu adalah awal dari semua proses pendewasaan buatku. Semua rasa untukmu, membuatku belajar menjadi orang yang kuat. Sakit memang sering kurasakan bersamamu, sakit yang membuat banyak lubang di hatiku. Hingga sering kurasa aku tak akan sanggup, melewati dan meruntuhkan tembok halangan itu bersamamu.

Melihat semua usaha yang kamu lakukan tuk dapat bersamaku, membuatku tetap berjalan disisimu walau kadang logika sering menolakmu, sadarku meragukan keseriusanmu. Kebersamaan ini, sering dipandang sebelah mata karena tak tahu kebenaran. Biarlah, karena ini memang tak mudah dimengerti oleh yang lain.

Inikah jalan yang kupilih, mampukah aku untuk terus disisimu, sedang kadang kau tak mengerti inginku. Egois memang terasa untuk ku, tapi kucoba mengalah untuk kebahagiaanmu. Kau pun lakukan yang sama sepertiku dengan caramu sendiri yang kadang tak dapat kumengerti.

Pantaskah kau untukku???
Pantaskah aku untukmu???
Pantaskah kau kutunggu???
Arrrghh... betapa kecil dan piciknya aku jika berpikir demikian. Bukan pantas atau tak pantas, tak ada yang sempurna. Hanya mencoba untuk lebih bisa menerima. Menerima segala yang ada di dirimu dan diriku. Tahukah kau, ternyata begitu luasnya danau hati ini untuk menerima kurangnya dirimu, kelamnya masa lalumu, banyaknya salahmu, bahkan aku sendiri tak mengerti mengapa.

Sekarang, jika semua rintang telah dilalui dan sampai pada titik dimana semua kejelasan mulai menjadi nyata, akankah kau tetap berusaha wujudkan apa yang menjadi asa mu untuk memiliki hak padaku, hak sebagai pemimpinku. Semua tinggal tergantung dirimu, karena kunci itu kau yang pegang, 'Key of Our Future',
perhaps perhaps perhaps.

I knew it was destiny,
that we met,
knew each other,
and make relationship,
no regret on it.
hopefully it will end happily ever after as we want.

Bismillahirrahmanirrahim.
Hasbunallah wa ni'mal wakil...

haruskah berakhir seperti ini

Hari ini merupakan titik balik dari hubungan kita. Dimana semua yang sudah kita perjuangkan kau akhiri begitu saja, dengan mudahnya, dengan alasan-alasan yang tak masuk akal bagiku. Hmmm.... jujur aku tak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyadarkanmu.
Jika memang hanya karena dia lebih cantik, menarik dan lebih segalanya secara lahiriah dibandingkan aku kau putuskan jalinan kita, betapa mudahnya...
Tapi semua yang perlu kukatakan sudah kukatakan. yang perlu kuperjuangkan sudah kuperjuangkan. Jika memang itupun tak menyentuh hati nuranimu, mungkin kamu memang bukan untukkku dan aku bukan untukmu.
Sekarang setelah semuanya begini, hanya kekuatan, ketabahan serta keikhlasan yang kucari. Semoga Allah SWT kuatkan aku, dan berikan yang lebih terindah buatku. Dan semoga Dia curahkan cahaya imanNYA padamu. Aamiin....