Powered By Blogger

12.5.13

Memahami Serba-Serbi Buang Air Besar pada Bayi

oleh AIMI

Warna BAB Bayi ASI Eksklusif yang Normal

 

Secara umum, BAB bayi dengan ASI eksklusif yang normal adalah yang berwarna kuning cerah dan cemerlang. Feses ini biasanya disebut dengan golden feces. Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.

 

Warna feses bayi dengan susu formula atau ASI tapi dicampur dengan susu formula akan cenderung kuning lebih gelap atau kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

 

Warna-Warna Lain BAB Bayi ASI Eksklusif

 

BAB Warna Hijau

Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi

ASI sangat melimpah. Jika bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (sering kentut), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).

 

BAB Warna Merah

Warna merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bentuknya fesesnya pun bisa cair ataupun menggumpal. Selanjutnya dokter yang menangani akan melakukan observasi apakah apakah warna merah tersebut disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya, milsanya dari puting ibu yang luka. Jika merah ini terbukti , maka dua-duanya perlu penanganan. Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, karena belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor. Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.

 

BAB Warna Putih Keabu-abuan

 Jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan maka ibu harus waspada. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. 

 

Tekstur BAB Bayi ASI Eksklusif

Saat baru lahir, bentuk feses bayi menyerupai aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji (seeded) dan bisa juga berupa cairan.  

Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair dengan ampas.

 

Feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang mengonsumsi susu formula kadangkala akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Curigai jika bayi yang mengkonsumsi susu formula bentuk fesesnya cair. 

 

Frekuensi Buang Air Besar Bayi ASI Eksklusif

 

 Frekuensi BAB pada setiap bayi pasti berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Asalkan tidak menganggu proses pertumbuhannya, maka ibu tak pelu cemas. Bagi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif biasanya bisa tidak BAB hingga 1-2 minggu lamanya. Tak perlu cemas, karena berarti semuanya bisa diserap dengan baik.

 

Serba-Serbi BAB Bayi ASI Eksklusif Sesuai Perkembangan Usia 

 

1.       Tiga Hari Pertama

Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium, yakni bahan lengket berwarna hijau pekat mendekati hitam yang terkumpul di dalam usus bayi selama berada di kandungan. Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan lebih banyak ASI akan buang air besar lebih mudah. Biasanya bayi sudah mengeluarkan seluruh mekonium dan bentuk feses bayi berubah di hari keempat.

 

2.       Bulan Pertama

Feses bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan berbij-biji. Bentuk feses juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Perbedaan warna ini tidak menunjukkan masalah apapun. Bayi ASIX yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.

Bayi yang sehat dan mendapat cukup asupan ASI akan buang air kecil lebih dari enam kali dalam sehari. Walaupun begitu, segera periksakan bayi kepada tenaga atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami salah satu dari tanda-tanda di bawah.

Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia 4 atau 5 hari

Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam

Feses bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau feses sedikit

Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah feses merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI. Jumlah feses bayi seharusnya meningkat setidaknya pada hari kelima dengan frekuensi buang air besar 2-3 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu dan ini bukan berarti bayi menderita diare.

Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar secara mendadak dengan jumlah feses lebih banyak dan dalam bentuk yang sangat cair. Terus berikan ASI dan perbanyak asupannya untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan pada bayi. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut ini:

Mata kering, bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata atau hanya sedikit;

Kulit, mulut dan bibir lebih kering;

Air seni berwarna gelap, keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali;

Mata tampak cekung atau terbenam;

Sangat lemas dan kesadaran menurun;

Selalu merasa haus atau malah menolak minum;

Ubun-ubun terlihat cekung;

Ketika kulit dicubit dengan dua jari kulit sulit kembali ke bentuk asal.

Segera hubungi tenaga atau fasilitas kesehatan bila menemukan tanda dehidrasi, diare yang disertai dengan darah, kejang, nafas cepat dan dangkal, muntah terus-menerus, panas tinggi di atas 38,5°C yang tidak berkurang dalam 2 hari, diare berlangsung lebih dari 14 hari, atau bayi tampak kesakitan atau kolik. Bayi yang kesakitan akan menangis kuat sambil menekuk kaki, gelisah serta berkeringat.

 

3.       Usia 2-6 Bulan

Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASIX mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 14 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk feses wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan feses.

 

BAB Bayi yang Sudah Mendapatkan MPASI  

 

Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk, warna, dan jumlah feses akan berubah tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi, intake cairan, dan porsi makanan. Jika feses bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Tambahkan cairan, buah, dan serat ke dalam makanannya. Sembelit yang disebabkan oleh diet makan yang tidak seimbang akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila sembelit disertai dengan sakit perut yang parah atau muntah.

Sumber:

http://aimi-asi.org/bab-bayi-asi-eksklusif/

http://www.ayahasi.org/2011/12/ini-pup-kumana-pup-mu.html

http://healthiskesehatan.blogspot.com/2011/05/variasi-warna-dan-bentuk-feses-feces.html

**************************
--Repost AIMI doc.--
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

9.5.13

ASI Lipase Tinggi: Sebab, Indikasi dan Penanganannya

oleh Lianita Prawindarti-anggota AIMI

Keinginan Ibu untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya kadang kala

terkendala oleh hal yang satu ini: ASI yang ternyata berlipase tinggi. Artikel berikut ini diharapkan dapat membantu para Ibu yang ASI-nya ternyata berlipase tinggi. Mari kita ulas semua aspek

terkait ASI berlipase tinggi ini.

 

A. Apa itu Lipase?

 

Lipase adalah enzim pencernaan yang berfungsi untuk menguraikan kadar lemak

dalam ASI. Semua ASI mengandung lipase, karena enzim lipase ini berguna untuk menguraikan lemak dalam ASI agar mudah dicerna oleh bayi. Itulah mengapa, meski lemak adalah salah satu komponen utama dalam ASI, lemaknya tidak membuat anak ASI mengalami obesitas. Karena lemak ASI diuraikan secara pas, sesuai dgn kebutuhan bayi oleh enzim lipase tadi. Namun, semakin tinggi kadar enzim lipase ini dalam ASI, maka akan semakin cepat sel-sel lemaknya terurai sehingga menghasilkan ASI dengan bau yang sangat khas seperti bau tengik, berbau seperti sabun dan cenderung sangat berminyak. Akibatnya, banyak bayi yang menolak untuk minum ASIP dengan bau tengik ini, padahal

ASIP tersebut sebenarnya masih layak diminum.

 

B. Apa Penyebab ASI Lipase Tinggi?

 

Penyebab lipase tinggi dalam ASI terkait dengan kondisi internal tubuh ibu yang juga memiliki kadar lipase tinggi dalam sistem pencernaan-nya. Saya pernah mencari tahu dan ada beberapa sebab yang bisa membuat lipase dalam tubuh seseorang tinggi. Misalnya: inflamasi pankreas, masalah dengan empedu, penurunan fungsi ginjal, atau beberapa masalah pencernaan.

Karena lipase ini adalah enzim pencernaan, maka penyebab tingginya enzim ini biasanya diasosiasikan dengan masalah di salah satu organ pencernaan. Banyak yang menanyakan apakah tingginya kadar lipase ini terkait dengan konsumsi makanan tertentu. Namun nampaknya peningkatan

kadar lipase tubuh ini bukan karena sesuatu yg sifatnya jangka pendek seperti makanan, tetapi lebih kompleks dari itu karena lebih terkait dengan menyangkut kinerja organ pencernaan. Ada juga yang mengisyaratkan faktor hormon sebagai penyebab ASI berlipase tinggi. Tapi beberapa kali saya cek di beberapa sumber nampaknya tingginya kadar lipase ini bukanlah sesuatu yang membahayakan.

 

C. Bagaimana Mengetahui Bahwa ASI Berkadar Lipase tinggi?

 

Ada beberapa tes sederhana untuk mengidentifikasinya:

Pertama, perah ASI seperti biasa, lalu biarkan ASI pada suhu ruangan selama 30 menit. Perah lagi ASI baru, lalu bandingkan rasanya antara kedua ASIP itu.

 

Kedua, bisa juga bandingkan ASI yang baru diperah (ASI segar) dengan ASIP yang sudah disimpan di kulkas (atau yang sudah didinginkan).

 

Ketiga, bandingkan lagi ASI segar dengan ASIP dingin atau beku yang sudah dicairkan dan

dihangatkan.

Kalau diantara percobaan-percobaan tersebut tidak ada perbedaan rasa (mungkin sedikit berbeda, tetapi tidak terlalu tajam perbedaan rasa dan baunya), maka kadar enzim lipase tergolong normal.

Jika perbedaannya rasa dan aromanya tajam, berarti memang ASi-nya berlipase tinggi.

 

D. Apa yang Sebenarnya Terjadi Dengan ASI Lipase Tinggi?

 

ASI berlipase tinggi sebetulnya layakuntuk diminum, baik dalam bentuk ASI segar

maupun ASIP yang didinginkan atau dibekukan, tentu saja dengan manajemen

ASIP yang benar. Tetapi karena kadar lipase yang tinggi ini membuat proses

pemecahan lemaknya berlangsung sangat cepat, ASIP berlipase tinggi bisa cepat

berubah bau dan rasa menjadi tengik. Jika bayi tetap mau meminum ASIP yang tengik ini, sebetulnya tidak masalah. Masalahnya adalah ketika bayi menolak untuk minum.

Akibatnya, ibu dengan ASI lipase tinggi sering mengalami kesulitan menyimpan

ASIP-nya. Beberapa ASIP berlipase tinggi bisa tahan selama beberapa hari di

kulkas, tapi umumnya jika dibekukan dalam freezer bau dan rasanya berubah menjadi

tengik. Jika ASI Bunda tergolong yang berlipase tinggi ada baiknya dites berapa

lama ASIP-nya bisa disimpan di kulkas bawah tanpa berubah bau dan rasa. Ini berarti penyimpanannya hanya bisa maksimum 8 hari, karena ASIP hanya bisa

bertahan maksimum 8 hari di kulkas bawah. Beberapa ASIP bahkan hanya bisa bertahan

tidak berubah bau dan rasa hanya dalam waktu 2-3 hari atau bahkan dalam 24 jam

saja.

 

E. Bagaimana Menyiasati ASI Berlipase Tinggi?

 

Jika ASI Bunda ternyata berlipase tinggi, sayangnya solusinya hanya 3:

 

Pertama, menyusui langsung. Karena ASI segar tidak berubah rasa dan bau meskipun lipasenya tinggi.

 

Kedua, kalau memang harus membuat ASIP (misalnya karena ibu bekerja), berarti

harus dengan sistem kejar tayang.

Tips-nya dalah sebagai berikut: 1. Tes dulu seberapa lama ASIP Bunda bisa bertahan di kulkas bawah tanpa berubah

 rasa dan bau. Berarti itu waktu maksimal ASIP-nya bisa disimpan di kulkas.

2. Setelah itu manajemen ASIP memang harus diatur sesuai batas maksimum

penyimpanan. Perah ASI sesering mungkin, terutama saat Bunda jauh dari anak. Jika

sedang bersama anak, maksimalkan setiap kesempatan untuk menyusui secara

langsung.

3. Tetap optimis, karena walaupun harus kejar tayang, Bunda pasti mampu melewati

tantangan ini.

 

Ketiga, dengan teknik pemanasan (scalding) di atas kompor. Pemanasan memang membuat kadar nutrisi dalam ASI berkurang, terutama beberapa zat anti-infeksi dan Vitamin C. Tetapi opsi ini tetap masih lebih baik daripada pemberian sufor. Pemanasan ASI dapat menghambat pecahnya kadar lemak dalam ASI sehingga mencegah terjadinya perubahan rasa dan aroma ASIP. Cara-cara pemanasan untuk ASIP berlipase tinggi adalah sebagai berikut:

 

ASI segar yang baru saja diperah dan belum dimasukkan ke dalam kulkas  dipanaskan terlebih dahulu diatas kompor sampai hampir mendidih (kurang lebih 70-80ºC saja). Indikatornya adalah sampai Bunda melihat gelembung (bubble) di tepi panci (ingat, hanya di tepi panci, jangan menunggu sampai seluruh bagian bergelembung). Setelah itu langsung diangkat/ didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam lemari es/ kulkas atau dimasukkan ke freezer. Dengan memanaskan terlebih dahulu seperti ini, maka penguraian lemak oleh lipase akan diperlambat.

 

Video dalam link berikut menunjukkan cara pemanasan ASI lipase tinggi (maaf dalam bahasa Inggris, tapi Bunda bisa tetap melihat prosesnya):

http://www.chroniclesofanursingmom.com/2011/08/excess-lipase-in-breastmilk.html

 

Sumber-sumber:

1.http://tumbuhkembangbalita.blogspot.com/2011/01/penyimpanan-asi.html

2.http://www.chroniclesofanursingmom.com/2011/08/excess-lipase-in-breastmilk.html

3.http://breastfeedingbasics.info/lipase-and-bad-tasting-breast-milk
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

MEDIA PEMBERIAN ASIP

1. CUP FEEDER (GELAS SLOKI)

Pemberian ASIP melalui gelas sloki dapat dilihat pada www.drjacknewman.com

Video clips. Langkah-langkah yang dilakukan jika ingin memberikan ASIP melalui gelas

sloki adalah:

1. Gendong bayi di pangkuan dan posisikan bayi dengan kepala agak tegak,

gunakan tangan untuk menopang bahu dan leher bayi.

2. Gunakan gelas sloki kecil.

3. Tempelkan bibir gelas sloki ke bibir bayi.

4. Miringkan gelas sloki hingga ASIP menyentuh bibir bawah bayi dan biarkan bayi

menyeruput seperti kucing yang sedang minum. Jangan menuangkan ASIP ke

mulut bayi.

5. Penting untuk menjaga aliran ASIP agar bayi tetap dapat menyeruput secara

terus menerus.

6. Lakukan perlahan karena bayi dan pemberi ASIP sedang sama-sama belajar.

7. Coba lakukan langkah-langkah diatas berkali-kali hingga bayi dan pemberi ASIP

sama-sama merasa nyaman.

 

2. SPOON FEEDER

Pemberian susu melalui sendok sudah ada sejak dahulu kala, mungkin sejak botol dan

dot belum ditemukan karena sendok adalah peralatan yang sangat mudah ditemukan.

Ketika tiba-tiba seorang ibu harus keluar rumah dan meninggalkan bayinya dengan

orang lain maka sendok adalah peralatan yang pasti ada di rumah.

Pemberian ASIP dengan sendok pada intinya sama dengan penggunaan gelas sloki.

Posisikan bayi agak tegak, kemudian tempelkan sendok yang telah diisi ASIP ke bibir

bayi, biarkan mulut bayi terbuka dan sendokkan ASIP ke dalam mulut bayi. Resiko ASIP

berceceran lebih banyak karena pemberi ASIP harus membawa sendok yang berisi

ASIP dari gelas ke bibir bayi.

 

3. PIPET dan SPUIT FEEDER.

Pipet yang digunakan adalah pipet yang terbuat dari plastik, hindari pipet yang terbuat

dari kaca karena khawatir akan melukai bayi. Cara penggunaan pipet adalah masukkan

ujung pipet ke mulut bayi kemudian teteskan beberapa tetes ASIP, tunggu hingga bayi

menelan ASIP nya kemudian ulangi lagi.

Spuit yang digunakan adalah spuit ukuran besar tanpa jarum suntiknya. Isi spuit dengan

ASIP kemudian dekatkan ujung spuit ke mulut bayi hingga mulut bayi terbuka, kemudian

tuangkan sedikit-sedikit ke mulut bayi dan bayi akan menelan ASIPnya.

 

Bentuknya hanpir seperti spuit besar hanya saja ujungnya lebar seperti ujung gelas

sloki. Cara pemakaiannya, isi tabungnya dengan ASIP kemudian tekan ujung tabung

yang dekat mulut softcup hingga ASIP mengalir ke mulut softcupnya, kemudian sama

seperti cup feeder, tempelkan ke bibir bawah bayi dan biarkan dia menyeruput, jika

ASIP yang di mulut softcup sudah habis tekan kembali tabungnya hingga ASIP mengalir

kembali.

 

Yang perlu diingat ketika memberikan ASI Perah melalui media-media ini adalah:

1. Berikan ketika bayi dalam keadaan tidak terlalu haus atau lapar. Karena kalau bayi

sudah sangat lapar maka bayi menjadi tidak sabaran dan akhirnya menangis, apalagi

jika bayi dan pemberi ASIP masih sama-sama belajar.

2. Serahkan tugas memberi ASIP kepada orang lain selain ibu. Karena bayi memiliki

kecenderungan untuk mengenali sekali ibunya dan ia akan memilih untuk menyusu

langsung dibanding meminum ASIP.

3. Latih bayi sedini mungkin karena semakin sering latihan maka bayi akan semakin mahir

meminum ASIP dan yang memberikan ASIP juga mengetahui apa yang nyaman dan

tidak nyaman bagi dirinya.

4. Mintalah orang yang akan memberikan ASIP mencoba semua media yang ada, cup,

sendok, pipet ataupun spuit dan biarkan ia memutuskan media apa yang paling nyaman

buat dia dan bayi kita.

5. Masih banyak orang yang menganggap memberikan ASIP tanpa dot adalah sesuatu

yang ribet dan menyusahkan dan karena kita merasa tidak enak meninggalkan bayi

kita pada mereka kita akan mudah menyerah dan membiarkan bayi diberi ASIP melalui

dot, pada kasus saya, saya ajak ibu saya ke klinik laktasi dan biarkan konselor laktasi

menjelaskan panjang lebar mengenai keuntungan memberikan ASIP tanpa dot dan ia

lebih percaya (dibanding dengan anaknya sendiri yang ngomong). Dan terbukti saat ini

baik ibu saya maupun si mbak yang di rumah menyatakan jauh lebih enak ketika anak

terbiasa untuk minum dari gelas dari bayi, di umur 1 tahun 5 bulan ini dia sudah bisa

minum menggunakan gelas apapun juga, tidak sibuk mensteril dan mencuci botol dan

dot.

Sumber: http://aimi-asi.org/2010/10/bayi-botol-dan-dot-benarkah/ dan http://kultwit.aimi-asi.org/

2012/10/kasih-asip/
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

RESIKO PENGGUNAAN DOT

AIMI mengadopsi rekomendasi WHO untuk tidak menganjurkan penggunaan dot atau botol susu pada bayi dan balita. Alasan-alasannya antara lain adalah sebagai berikut:

1. RESIKO BINGUNG PUTING

Bingung puting adalah keadaan dimana bayi memilih untuk menggunakan botol dan dot karena cara kerja meminum ASI dari botol dan dot dan payudara berbeda. Melalui botol dan dot bayi tidak harus suckling melainkan hanya sucking. Sedangkan pada payudara bayi harus menggunakan lidahnya untuk merangsang keluarnya ASI. Sedangkan pada botol dan dot bayi hanya menyedot dan aliran ASIP sudah keluar dengan derasnya.

Banyak ibu bertanya adakah dot yang menyerupai payudara ibu dapat mencegah bingung putting.. Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun dot yang menyerupai payudara ibu. Bentuk dot yang ada saat ini memudahkan susu menetes tanpa bayi harus berusaha menghisap. Masalah muncul ketika bayi merasa harus "bekerja keras" menghisap payudara ibu agar ASI dapat keluar. Sementara bayi sudah terbiasa dengan aliran susu dari dot. Bayi biasanya akan kesal dan menolak untuk menyusu langsung. Beberapa akibat juga mempengaruhi si ibu sendiri seperti payudara bengkak dan berkurangnya ASI. Pada sebagian bayi memang tidak tampak bingung puting, namun harus disadari bahwa setiap bayi berbeda. Ada bayi yang setelah beberapa waktu menggunakan dot baru terkena bingung puting, namun ada juga yang langsung terkena dampaknya. Bingung puting juga tidak mengenal usia. Bisa terjadi pada bayi baru lahir, namun bisa juga terjadi pada bayi yang sudah besar.

2. RESIKO TIDAK HIGIENIS LEBIH TINGGI

Dot itu sendiri tidak dapat dikatakan higienis sedangkan higienitas adalah hal mutlak bagi bayi karena sistem imunnya yang belum matang. Perlu diingat bahwa bakteri mudah berkembangbiak pada kondisi hangat. Setiap kali habis dipakai dot harus langsung dibersihkan. Bila dot berada dalam kondisi terbuka terlalu lama ataupun terjatuh juga harus segera disingkirkan. Belum lagi sisa lemak yang menempel di sela-sela dot yang sulit untuk dibersihkan. Jika hal-hal ini diabaikan dapat mengakibatkan muntah, diare, kolik dan sebagainya.

3. RESIKO KERUSAKAN GIGI

Penggunaan dot mempengaruhi bentuk kesehatan gigi-geligi dan otot area mulut. Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat merusak gigi anak (karies). Sebuah penelitian menemukan bahwa anak ASI yang tidak pernah mengenal dot (dan empeng) akan tumbuh dengan memiliki wajah yang lebih proporsional. Bentuk gigi-geliginya lebih sempurna dibanding bayi yang mengenal dot.

Menyusu langsung pada payudara bukan hanya untuk membuat bayi kenyang saja. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kompleks, melibatkan seluruh otot yang berada di sekitar mulut dan rahang. Mulut bayi harus bekerja keras untuk mendapatkan ASI. Sebaliknya pemberian ASI (dan pengganti ASI) melalui dot tidak merangsang bayi untuk belajar dan bekerja menghisap. Akibatnya, kekuatan otot-otot tersebut melemah, sehingga kemampuan bicara menjadi terhambat.. Kurang lebih sama perbandingannya seorang penari yang otot-ototnya lentur karena sering berlatih dengan yang jarang atau malas berlatih

4. RESIKO INFEKSI TELINGA

Otitis Media merupakan infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah. Struktur saluran telinga pada bayi lebih dekat dengan daerah mulut dan belum memiliki sistem proteksi yang kurang baik dibandingkan struktur telinga orang dewasa. Oleh karena struktur ini, gangguan pada daerah mulut akan memudahkan terjadinya gangguan pada struktur telinga bagian tengah. Pada pengguna Dot ditemukan kasus Otitis media yang meningkat. Barangkali kejadian ini terkait dengan gangguan pertumbuhan gigi dan meningkatnya kemungkinan infeksi pada penggunaan dot yang tidak higienis. Para peneliti di AAP (American Academy of Pediatry) menyarankan untuk mengurangi atau menghentikan secara total penggunaan dot untuk menghindari terjadinya Otitis Media.

Masalah muncul pada penggunaan dot adalah jika susu tetap keluar walaupun anak tidak menyedot, misalnya karena tertidur. Di sisi lain, saat anak tidur otot-ototnya menjadi rileks, termasuk otot yang menyusun saluran eustachius sehingga saluran tersebut terbuka. Nah, susu yang tetap keluar tadi bisa-bisa bukannya tertelan, namun masuk ke dalam saluran eustachius dan memenuhi rongga pada telinga tengah. Hal ini mungkin terjadi, apalagi pada anak yang menyusu botol dalam keadaan berbaring. Cairan yang terkumpul di telinga tengah kemudian dapat menjadi media infeksi bakteri. Selain itu, adanya cairan di belakang gendang telinga akan mengganggu proses transmisi suara. Akibatnya, anak menjadi sulit mendengar. Fungsi telinga dapat kembali normal apabila cairan tersebut dibuang.

5. KESULITAN MENYAPIH

Menyapih anak dari dot bisa jadi lebih sulit dibanding menyapih dari payudara. Sedangkan bayi yang tidak menggunakan dot kita tidak usah memikirkan bagaimana menyapih dari gelas kan? Karena seumur hidup kita akan minum menggunakan gelas.

6. TIDAK MENGGUNAKAN DOT BISA MEMBANTU MENJAGA BONDING IBU DAN ANAK

Kenapa demikian? Karena bayi mendapatkan kepuasan oral hanya dari puting payudara ibunya tidak dari puting botol dan dot. Sehingga bayi akan selalu menunggu saat-saat bisa menyusu langsung pada ibunya bila ada kesempatan. Hal ini penting untuk menjaga bonding ibu dan bayi terutama bagi ibu bekerja yang terpaksa harus meninggalkan bayinya selama beberapa jam setiap harinya. Yang beresiko adalah ketika ibu harus meninggalkan bayi selama beberapa hari. Bayi yang biasanya bisa menyusu secara langsung pada waktu sore dan malam ketika ibunya di rumah, mendadak harus terus diberi dot selama 24 jam. Setelah ibunya pulang, banyak kasus dimana tiba-tiba bayi menolak menyusu langsung dari ibunya.

Sumber:

http://aimi-asi.org/2010/10/bayi-botol-dan-dot-benarkah/

http://aimi-asi.org/2011/05/ulasan-poling-april-2011-resiko-dot/

http://jateng.aimi-asi.org/2011/12/jangan-tergoda-dengan-botol-dan-dot/

http://kultwit.aimi-asi.org/2011/06/memberikan-asi-perah-tanpa-dot/

*******************************
---Repost fanpage AIMI---
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

MANAJEMEN ASIP (Air Susu Ibu Perahan)

PRINSIP DASAR MANAJEMEN ASIP

Semakin dingin suhu tempat penyimpanan, maka semakin lama juga ASIP dapat disimpan

Hindari peningkatan/penurunan suhu secara drastis

ASIP hanya boleh menjalani satu kali pembekuan, satu kali pencairan, dan satu kali penghangatan. Sehingga, ASIP beku yang sudah mencair tidak boleh dibekukan lagi, ASIP yang sudah dihangatkan tidak boleh dihangatkan lagi

Masukkan ke Freezer HANYA JIKA akan digunakan lebih dari 8 hari

PENYIMPANAN ASIP (Daya Tahan)

Kategori ASI:

1. ASI yang baru saja diperah (ASI segar):

Kolostrum yang keluar hingga hari ke-5 setelah melahirkan bisa bertahan 12-24 jam dalam suhu ruang 25 derajat Celcius.

ASI matang: bisa bertahan 24 jam dalam suhu 15 derajat Celcius (setara suhu cooler box/cooler bag yang dilengkapi ice gel atau blue gel)

ASI matang hanya bisa bertahan 10 jam dalam suhu ruang ber-AC antara 19-22 derajat Celcius

ASI matang hanya bisa bertahan 4-6 jam dalam suhu ruang standar 25 derajat Celcius. Jika suhu ruangan lebih panas dari ini, maka daya tahannya tidak akan sampai 4 jam

ASIP yang disimpan di lemari es (standar suhu 0-4 derajat Celcius) bisa bertahan selama 3-8 hari. Sebaiknya ASIP disimpan di bagian paling belakang dari lemari es dan tidak disimpan di bagian pintu untuk mencegah fluktuasi suhu

ASIP yang disimpan dalam freezer kulkas 1 pintu hanya bisa bertahan selama 2 minggu

ASIP yang disimpan dalam freezer kulkas 2 pintu bisa bertahan selama 3-4 bulan

ASIP yang disimpan dalam freezer khusus bersuhu di bawah minus 18 derajat Celcius bisa bertahan selama 6-12 bulan

2 . ASIP beku yang sudah dicairkan dalam kulkas tetapi belum dihangatkan:

Dalam suhu ruang hanya bisa bertahan selama 4 jam

Dalam kulkas hanya bisa bertahan 24 jam

Tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam freezer (tidak boleh dibekukan kembali)

3. ASIP yang sudah dicairkan dengan air hangat:

Dalam suhu ruang harus diminum sekaligus

Di dalam kulkas hanya dapat disimpan selama 4 jam atau hingga jadwal minum selanjutnya

Tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam freezer (tidak boleh dibekukan kembali)

4. ASIP yang sudah diminum oleh bayi dari media yang sama, harus dibuang jika tidak dihabiskan

MEDIA APA YANG PALING TEPAT UNTUK MENYIMPAN ASIP?

Beberapa pilihan yang baik untuk menyimpan ASIP adalah:

1. Botol Kaca (sisa ASI cenderung tidak menempel pada botol kaca)

2. Jika menggunakan botol plastik, pastikan yang BPA Free (bebas Bisphenol A)

3. Sudah dicuci bersih (pakai air, sabun, dibilas, direbus dan dikeringkan) sebelum dipakai

4. Jangan isi botol sampai penuh, sebaiknya sampai batas leher botol, karena ASI akan memuai

5. Plastik ASIP dengan mutu baik

6. Takaran ASIP dibotol sebaiknya antara 60 – 120ml (sesuai dengan kebiasaan banyaknya bayi minum, hal ini agar botol yang digunakan habis dalam sekali minum dan tidak ada sisa).

MENCAIRKAN DAN MENGHANGATKAN ASIP

ASIP beku sebaiknya dicairkan terlebih dahulu di dalam kulkas selama 12 jam, letakkan wadah di kulkas (chiller/refrigerator) pada malam sebelum ASIP dibutuhkan. Hindari membiarkan wadah pada suhu kamar untuk mencairkan ASIP. Jika diperlukan cara pencairan yang lebih cepat, ASIP dapat dicairkan dengan cara dialiri atau direndam dengan air hangat. Pegang wadah ASIP di bawah aliran air dengan suhu ruang dan tingkatkan temperatur air secara bertahap hingga ASIP mencair. Atau letakkan wadah ASIP di dalam mangkuk berisi air pada suhu ruang lalu ganti air rendaman beberapa kali dengan air yang lebih hangat hingga ASIP mencair. Perubahan suhu yang bertahap berguna untuk menjaga kandungan ASIP. ASIP yang sudah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali namun dapat disimpan di dalam kulkas selama 24 jam.

Sebenarnya tidak ada aturan untuk menghangatkan ASIP. Selain karena kebiasaan saja untuk menyajikan secara hangat, mungkin juga karena ASI dari payudara memang selalu hangat pada suhu 37⁰ C. Boleh disajikan dingin jika memang bayi menyukainya. Penelitian juga menunjukkan bahwa temperatur ASIP yang diberikan tidak mempengaruhi pengosongan ASIP.

Cara penghangatan yang lebih cepat dapat dilakukan dengan menggunakan bottle warmer. Jika menggunakan alat ini perhatikan cara kerjanya, pastikan perubahan suhu terjadi secara bertahap dan alat benar-benar telah diuji kepada ASIP. Setelah ASIP hangat, segera keluarkan dari warmer dan jangan dibiarkan untuk dihangatkan terus menerus. Bisa gunakan Bottle Warmer, naikkan suhu secara bertahap namun tidak boleh lebih dari 40⁰ C, komposisi ASI bisa rusak pada suhu 40⁰ C

ASI tidak boleh dipanaskan dengan microwave atau dipanaskan di atas kompor (direbus). Kedua cara pemanasan ini selain mengubah kandungan ASI juga dapat menimbulkan bintik panas di dalam ASI yang dapat menimbulkan luka bakar pada mulut dan kerongkongan bayi.

MENGGABUNGKAN ASIP

Berikut cara menambahkan/menggabungkan ASIP segar yang baru diperah dengan ASIP dingin di kulkas. ASIP yang lebih baru perlu didinginkan terlebih dahulu di kulkas (bukan freezer), dalam wadah terpisah dengan ASIP yang pertama. Setelah suhu ASIP pada kedua wadah sama dingin, maka ASIP dari jadwal perah yang berbeda tersebut dapat digabungkan. Jarak perah tidak lebih dari 24 jam serta daya simpan ASIP yang berlaku berdasarkan tanggal dan waktu perah ASIP yang pertama. Jangan menggabungkan ASIP yang sudah beku dengan ASIP cair ataupun hangat.

Sumber:

http://www.ayahasi.org/2012/02/manajemen-asip-air-susu-ibu-perahan.html

http://aimi-asi.org/2011/09/ulasan-polling-agustus-2011-mencairkan-asip/

http://semarang.aimi-asi.org/2010/11/manajemen-laktasi-untuk-ibu-bekerja/

**********************************
----Repost dari fanpage AIMI----
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

7.5.13

Sudah Tahu Berapa Banyak Susu yang Dibutuhkan Anak ??

Masih banyak banget wanita (terutama ibu baru) yang kemakan' omongan "ASI-nya kurang ya, kok bayinya nangis terus?" atau "ASI-nya sedikit, jadi nggak bisa stok, deh", dan banyak lagi komentar mengenai jumlah susu yang harus dikonsumsi oleh bayi.

jadi Berpakah jumlah ASI ataupun susu yang dibutuhkan mulai dari newborn hingga toddler :

* Untuk bayi ASI eksklusif, "hitungannya" ternyata mudah sekali. Bagi 25 oz (sekitar 750 ml) dengan perkiraan berapa kali si kecil menyusu dalam sehari. Misalnya,sehari­ bisa 10 kali menyusu dengan jumlah sekali menyusu 75ml
* Untuk bayi yang baru berumur sehari, mereka hanya membutuhkan 5-7 ml alias setengah sendok teh sekali minum ASI! Makanya kalau Bunda yang baru melahirkan mengeluh soal betapa sedikitnya ASI yang keluar … ya memang sekian jumlah yang dibutuhkan si kecil. Jadi tak perlu khawatir,bun.
* Bayi berusia 3 hari, membutuhkan 22-27 ml sekali minum. karena lambung bayi memang hanya mampu menampung sedikti yan bunda,jadi tidak perlu khawatir bila di hari pertama pumping hanya dapat sedikti,yg penting di syukuri aja ya bun
* Bayi berusia seminggu diperkirakan membutuhkan ASI sebanyak 45-60 ml dalam satu kali sesi menyusu. Di usia ini, kebutuhan bayi meningkat, selamat datang di growth spurt pertama dalam hidup si kecil, ya, Bun!
* Bayi usia sebulan kebutuhannya sekitar 80-150 ml. Nah, di usia ini, biasanya baik ibu ataupun anak sudah tidak canggung lagi untuk menyusu. Bagi ibu bekerja, ini adalah yang tepat untuk mulai latihan memerah ASI, mencari metode yang tepat, dan mulai menyimpan ASI perah (ASIP) untuk nanti ditinggal bekerja.
* Setelah anak mengenal makanan pendamping ASI (MPASI), yang perlu diingat oleh bun adalah anak masih tetap butuh ASI. Judulnya saja "makanan pendamping" artinya ya bukan pengganti . Di usia 7 bulan, kebutuhan ASI anak biasanya mencapai 800 ml atau sekitar 93 persen dari total kebutuhan asupan gizi anak. Sementara usia 11 bulan keatas, kebutuhan ASI-nya menurun. Hanya sekitar 550 ml saja.
* Untuk toddler atau balita, sebaiknya tidak mengonsumsi susu lebih dari 600-700 ml per hari. Konsumsi susu berlebih bisa mengakibatkan konstipasi atau bahkan anemia akibat kekurangan zat besi. Ini karena sifat susu yang menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

Nah, mudah-mudahan membantu, ya, Bunda! Sementara untuk yang anaknya sudah balita atau lebih tapi tidak suka minum susu, hal ini bukan menjadi masalah. Nutrisi susu bisa diperoleh dari sumber lmakananan lainnya 

sumber ; MommiesDaily
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT